ideologi pancasila
Pancasila sebagai dasar negara berkembang melalui suatu proses yang
cukup panjang. Pada awalnya bersumber dari nilai-nilai yang dimiliki oleh
bangsa Indonesia yaitu dalam adat-istiadat, serta dalam agama-agama sebagai
pandangan hidup bangsa.
Pada awal tahun 1945, Indonesia masih dijajah oleh Jepang. Jepang
menjajah Indonesia selama tiga tahun. Jepang menjajah Indonesia sejak tahun
1942. Penjajahan itu dimulai setelah mereka berhasil mengusir Belanda. Jepang
juga berhasil menjajah beberapa negara di Asia Tenggara. Selama tahun 1945,
keadaan berbalik. Tentara Jepang mulai mengalami kekalahan di berbagai medan
pertempuran. Akhirnya, Jepang terpaksa menjanjikan kemerdekaan kepada
rakyat Indonesia. Janji tersebut bertujuan untuk meredam gejolak dan perlawanan
rakyat Indonesia. Selain itu juga dimaksudkan untuk memberi kesan bahwa
Jepanglah yang memerdekaan Indonesia. Dengan janji tersebut, rakyat Indonesia
diharapkan bersedia membantu Jepang menghadapi Sekutu.
Untuk memenuhi janjinya, Jepang kemudian membentuk BPUPKI. BPUPKI merupakan
singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Badan ini dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945. Dalam bahasa Jepang, BPUPKI
disebut Dokuritsu Zjunbi Tyoosakai. BPUPKI bertugas menyelidiki kesiapan bangsa
Indonesia dalam menyongsong kemerdekaan dan membentuk pemerintahan sendiri.
Penguasa Jepang menunjuk Dr. Radjiman Wediodiningrat sebagai ketua BPUPKI.
Beberapa tokoh terkemuka menjadi anggotanya. Beberapa tokoh tersebut antara
lain Soekarno, Moh. Hatta,
Proses Perumusan Pancasila
Anggota BPUPKI resmi dilantik pada tanggal 28 Mei 1945. Sehari berikutnya yaitu tanggal 29 Mei 1945, BPUPKI mulai bersidang. Sidang berlangsung sampai tanggal 1 Juni 1945. Salah satu agendanya adalah merumuskan dasar negara Indonesia merdeka. Dalam sidang tersebut, beberapa anggota mengajukan usulan tentang dasar negara. Ada tiga tokoh yang mengajukan gagasan tentang dasar negara Indonesia. Mereka adalah Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.
Anggota BPUPKI resmi dilantik pada tanggal 28 Mei 1945. Sehari berikutnya yaitu tanggal 29 Mei 1945, BPUPKI mulai bersidang. Sidang berlangsung sampai tanggal 1 Juni 1945. Salah satu agendanya adalah merumuskan dasar negara Indonesia merdeka. Dalam sidang tersebut, beberapa anggota mengajukan usulan tentang dasar negara. Ada tiga tokoh yang mengajukan gagasan tentang dasar negara Indonesia. Mereka adalah Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.
Mohamad Yamin
Pada tanggal 29 Mei 1945, Mohammad Yamin mengemukakan gagasannya.
Menurutnya, negara Indonesia harus berpijak pada lima
dasar Merdeka yang diidam-idamkan. Kelima asas tersebut adalah.
dasar Merdeka yang diidam-idamkan. Kelima asas tersebut adalah.- Peri Kebangsaan.
- Peri Kemanusiaan.
- Peri Ketuhanan.
- Peri Kerakyatan.
- Kesejahteraan Rakyat.
Setelah berpidato, Mr. Muhammad Yamin menyampaikan usulan secara
tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia. Dalam
rancangan UUD itu tercantum pula rumusan lima asas dasar negara sebagai
berikut:
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kebangsaan Persatuan Indonesia
- Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Prof. Dr. Mr. Soepomo
Pada tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Mr. Soepomo tampil berpidato di hadapan sidang BPUPKI. Dalam pidatonya itu beliau
menyampaikan gagasannya mengenai lima dasar negara Indonesia merdeka yang
terdiri dari:
Pada tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Mr. Soepomo tampil berpidato di hadapan sidang BPUPKI. Dalam pidatonya itu beliau
menyampaikan gagasannya mengenai lima dasar negara Indonesia merdeka yang
terdiri dari:- Persatuan
- Kekeluargaan
- Keseimbangan lahir batin
- Musyawarah
- Keadilan rakyat