CERPEN

                JAKARTA
G
ue, nama gue rama mahardika, temen-temen gue biasanya manggil gue dika.  Umur gue baru 15 tahun, kemaren baru ngerayain ulang tahun bareng temen-temen gue yang pada gokil dan seru-seru . pagi ini gue bangun telat lagi. Kan udah UN, jadi gue bisa santai-santai aja di rumah nunggu pengumuman UN. Bosan… suntuk.. cuman itu yang gue rasain akhir- akhir ini, kapan yah? Gue bisa ke sekolah baru gue yang katanya Islamic banget. Jadi penasaran gue. Oh yah.. sekedar informasi, gue keterima salah satu sekolah di yogya yang notabenenya adalah sekolah boarding school yang berlabel islam. Gue sebenernya gak percaya juga sih bisa lulus. Soalnya siswa yang mendaftar di sekolah itu rata-rata siswa yang pinter-pinter dan keren di sekolahnya  masing-masing. Jadi ketika gue di nyatain lulus di sekolah itu tuh rasanya kayak di tendak ama tedong. Lebay….  Tapi emang bener kok, intinya gue harus belajar giat di sana agar gue bisa mewujudkan impian gue yaitu sebagai seorang presiden. Cita-cita yang keren kan bro. iyalah tujuan utama gue  adalah untuk membasmi para koruptor yang ada di negeri ini. Gue mesti membenahi Negara ini dengan lebih memperketat lagi hukum yang berlaku. Itulah yang bisa gue ungkapin tentang cita-cita gue. Balik lagi ke hari-hari gue yang gitu-gitu aja. Hari ini sama dengan hari kemarin yang gue cuman nonton tv dengan acara yang itu- itu aja, daripada gak ada kerjaan? Iyah gak. Gue mencet-mencet remote yang ada di tangan gue dan mencari acara yang lain. Hingga gue berhenti di salah satu acara tv yang ngebicarain tentang prediksi kiamat akhir tahun 2012. Gue jadi takut nih, gue masih berlumpur dosa dan noda belum sempat berbenah diri, yah… udah mau kiamat.”siapa lagi tuh yang percaya ramalan bodoh itu? Kiamat duh cuman allah swt. Yang tahu.”cerutu gue sambil melanjutkan acara yang gue tonton. Berakhirlah hari gue yang akhir- akhir ini ngebosenin. Ini berlanjut sampai kelulusan tiba. Gue berangkat ke sekolah dengan naik kendaraan umum yang sering lalu lalang di depan rumah gue. Gue tahan tuh mobil, yah.. ternyata didalamnya ibu-ibu semua.terpaksa deh gue ngegantung di mobil itu. Disekolah, gue nunggu hasil pengumuman UN bareng temen-temen gue, rasanya lama banget gue duduk di salah satu kursi depan ruang guru sampai-sampai pantat gue kram rasanya.

 Satu setengah jam gue nunggu, akhirnya diumumin juga tuh kelulusan UN dan alhamdullilah gue lulus dengan nilai yang lumayan. Setelah, itu gue pulang ke rumah dan nunjukin nilai gue ke bapak dan ibu. Mereka seneng banget gue bisa lulus karena sepupu gue yang rumahnya di deket rumah gue itu dinyatain gak lulus. Ialah gue lulus, itu semua 
berkat usaha gue belajar dan bimbel tentunya juga berkat ridho allah swt tentunya. Gue lanjutin cerita gue di rumah nenek gue yang di bogor. Ceritanya tuh gue disana berlibur dan bersantai. Suasana pedesaan dan hawa dingin yang menyegarkan membuat gue betah disana hingga gue mesti pulang ke rumah buat persiapan berangkat ke sekolah baru gue. Nggak terasa yah gue udah kelas satu SMA, tapi gak apa-apa deh asalkan gue bisa cepet-cepet wujudkan cita-cita gue. Ceritanya, hari ini adalah hari keberangkatan gue kesekolah  yang baru. Perasaan gue sebenarnya agak bimbang antara ninggalin orang tua atau lanjutin cita-cita. Tapi, di hati gue mulai muncul pernyataan bahwa untuk mendapatkan sesuatu butuh pengorbanan (kayak salah satu teori di mapel ekonomi). Jadi, gue ngorbanin ninggalin keluarga gue agar bisa wujudkan cita-cita gue. Insya allah orang tua gue mempunyai pemikiran yang sama. Ingin liat anaknya berhasil.
                Akhirnya gue berangkat ke sekolah baru gue itu. Berangkatnya pagi, karena jarak antar rumah dan sekolah baru gue tuh agak jauh Sekitar  tujuh jam perjalanan. Sesampainya gue di depan gedung  sekolah islam al-islah, terdapat sebuah pamphlet yang bertuliskan “ke al-islah mau cari apa?”. Langsung gue bilang aja , tapi dalem hati.
“gue mau belajar hidup dan belajar jadi pemimpin yan baik. Liat aja sekolah ini bakal ngebesarin gue untuk jadi presiden yang islami dan cerdas beraklak”.
            Sesampai di gedung sekolah gue mendengar  bunyi speaker  “selamat datang di sekolah islam  al-islah  bandung. Anda adalah calon pemimpin yang terpilih, silahkan menuju ke tempat yang telah di sediakan”. Akhirnya gue duduk tuh. Tapi, lagi-lagi di depan gue pada ibu-ibu semua, buat gue ilfeel aja.  Lanjut aja ke masa orientasi sekolah(MOS) di atiqof. Acaranya berlangsung tiga hari dan selama tiga hari pertama itu gue rasa sangat lama, karena begitu padatnya kegiatan yang dilakukan dari subuh ketemu subuh lagi.  Tapi yang paling berkesan buat gue tuh, yaitu pas hari ketiga.  Hari itu hari minggu, gue ingat banget.  Iventnya namanya outbont atau belajar dan bermain di luar ruangan. Meksanisme ivent ini yaitu kita mesti mencari kelompok kita masing – masing. Dan gue kan belum  pada kenal dengan mereka pada. Tapi, gue beraniin juga nih nyali tuk mendekat di salah satu anak yang mojok di aula tempat diadakannya pembagian kelompok. Gue Tanya nih orang. “ assalamualaikum, bro… kenalin, nama gue dika dari smp 3 depok. Gue cuman mau nanya. udah punya kelompok gak? “
“waalaikumsalam. Nama gue amin. Kebetulan gue juga gak punya kelompok. Mending kita sekelompok aja”
“Ok bro… ayo kita cari anggota lagi, biar pembagian kelompoknya cepet selesai.”
            Kamipun mencari teman kelompok lagi, dan akhirnya kami berhasil menemukan anggota. Jadi, kami pun ikut berpartisipasi dalam outbond. Keseruan yang gue rasa dalam ivent ini yaitu di mulai dari mekanismenya. Ketika kita ingin memasuki setiap posko permainan kita mesti meneriakkan dan mengumandangkan yel-yel yang kami buat. Begini bunyi yel-yel kami “sokko na bojo, joli” hingga para kakak kelas yang mendengarkan yel yel kami tertawa terbahak-bahak. Hahaha…..
Masa orientasi siswa pun selesai dengan begitu serunya. Waktunya gue ceritaan kegiatan- kegiatan yang gue lakuin di al-islah. Di mulai dari mandi subuh. Gue kalau di rumah bangunnya paling cepat pukul 06.30 . pas gue masuk di al-islah, gue sekarang bangun lebih cepat dua jam, yaitu pukul 04.30 buat salat subuh. Jujur aja, kalau di rumah tuh gue jarang banget yang namanya salat. Yang selanjutnya yaitu tadarrus setiap malamnya. Boro-boro gue tadarrus di rumah, buka mushaf aja ngak pernah. Dasar otak kafir. Salat sunnah. Semenjak gue masuk di sekolah ini gue baru tahu kalau salat qiyamul lail tuh bisa ngecerain wajah, salat duha yang bisa mengabulkan permohonan, serta salat sunnah. Padahal kalau gue di luar salat lima waktu aja gue masih tinggalin.itulah kegiatan –kegiatan yang baru dan masih asing buat gue. Tapi itu pas awal – awalnya doang.

            Semua kegiatan itu berjalan dengan sendirinya, hingga telah menjadi kebutuhan buat gue. Waktu ke waktu pun telah berlalu. Dan sekarang gue mau certain tentang cewek  al-islah yang pernah singgah di hati gue. Namanya mitha, dia sekarang duduk di kelas IX. A wal gue bertemu dengan dia tuh di lab biologi. Kebetulan waktu itu dia yang piket di lab tersebut dan ternyata gue lupa buku gue di lab itu ketika tadinya gue dan teman kelas gue lainnya selesai belajar biologi. Kemudian gue kembali ke lab tersebut yang tentunya untuk mengambil buku paket itu. Dan disanalah awal pertemuan gue dengan mitha. Waktu pertama kali liat dia, gue udah langsung punya feeling ama dia. Kesannya tuh dia senyum am ague, yah gue balas lagi senyum manis dia. Pas setelah kejadian itu, kami pun setiap bertemu selalu saling bertatapan dan saling memberikan senyuman. Jujur saja, gue makin cinta ama dia. Tetapi lama kelamaan rasa suka itu makin pudar. Sekarang dia ama gue udah kayak ada pembatasnya. Mungkin karena masing-masing dari kita punya urusan yang berbeda dan tentunya sangat padat dengan kegiatan. Gue ada mitha sekarang tinggal kenangan. Semua telah menjadi debu dan tinggal di tiup angin dan akhirnya menghilang, sekilas tentang kisah percintiaan gue di al-islah.
            Dan yang terakhir gue mau bercerita mengenai teman- teman gue yang ada di al-islah. Nama kelas gue itu kelas imam hambali. Keren kan. Karena sekolah berlabel islam, makanya kelasnya juga berhubungan dengan masa islam. Di kelas itu siswanya berjumlah 12orang. Namanya juga sekolah unggulan yang gak kayak sekolah di luaran sana yang sekelasnya bisa sampai 45 hingga 50 orang. Jadi, awalnya kelas gue terasa sepi banget. Tetapi lama-lama gue udah bisa beradaptasi dan mereka juga bisa. Dan kami pun saling mengisi kebersamaan. Kelas kamipun menjadi kelas tersolid. Kelas yang sangat menjunjung tinggi nilai persahabatan. Temen gue ada yang namanya robby, ronnald, dan fiddo. Kami sangat akrab karena kami juga satu kama di asrama. Makanya bisa terjalin hubungan layaknya keluarga. Dan masih banyak temen gue yang lain.
            Semenjak sekolah di al- isalh, gue merasa banyak perubahan yang terjadi dalam diri gue secara drastic. Semua yang dulunya gue kira bahwa gue nggak ada yang bisa berubah dalam diri gue. Dari yang awalnya gue yang udah kayak orang kafir karena di rumah gak pernah salat, gue yang dulunya gak bisa bergaul, gue yang selalu manja sama orang tua que sekarang udah berubah 1800. . thank you al-islah  karena telah memberikan perubahan yang positif buat gue. Gue berharap untuk bisa menjadi presiden beneran di kemudian hari. Agar gue bisa memberantas kemungkaran di negeri tercinta, Indonesia. Pemimpinyang cerdas berkarakter siap memimpin negeri ini. Jakarta, aku dataaaaaang…

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Ceyron Louis

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar