drama 5 orang


JUDUL: KAU MILIKKU DAN JUGA MILIKNYA

PEMAIN: BEJO, AMIR, WINDA, PETUGAS KASIR

(Setting: di sebuah taman kota pada sore hari)

Bejo: Sayang, minggu depan ada acara ulang tahun sepupuku. Aku mau ajak kamu datang ke pesta itu

Winda: (mencoba mengingat - ingat, apakah dia juga ada janji kencan dengan Amir, pacarnya yang satu lagi)..hhmm..pengen siy, tapi lihat nanti ya. Aku belum tahu minggu depan di kantor ada lembur atau tidak.

Bejo: (yang sebenarnya sudah tahu kalau Winda ada kencan dengan Amir)..duuh..diusahain donk. Kan aku juga pengen ngenalin kamu ke keluarga besarku.

Winda: Iya..aku usahain..(tak lama kemudian HP Winda pun berdering. Winda melirik layar HP nya dan ternyata Amir yang menelepon)

Bejo: Kok ngga diangkat say?

Winda: ah ngga penting..dari temenku kok. Nanti aku telp balik saja (sambil berusaha menyembunyikan kegugupannya)

Bejo: eh pinjam HP nya donk..aku mau sms temen kantorku (sambil senyum - senyum usil)

Winda: pulsaku habis juga tuh (sudah mulai merasa tidak nyaman)

Bejo: oh ya sudah lah..yuuk kita pulang saja. Sudah sore nih

Winda: (merasa belum mendapatkan barang apapun hari itu, dia berpikir keras tentang bagaimana caranya bisa mengajak Bejo ke mall) kita ke mall dulu yuuk..ngadem bentar gitu..sambil lihat-lihat

Bejo: oh pengen ke mall? ayoo..
(kemudian mereka berdua jalan ke mall karena jarak antara taman dan mall yang dekat)

(Setelah sampai di mall)
Winda: (sibuk memilih - milih baju dan sebuah di sebuah butik)..bagus ngga say? pantes ngga aku pakai ini? (sambil bergaya bak foto model)

Bejo: oh bagus..makin cantik aja kamu (Bejo yang tahu akal bulus Winda yang selalu morotin uangnya mulai pasang strategi)

Winda: udah ini aja..setelah bayar kita pulang biar ngga kemalaman (sambil membawa barang - barang belanjaannya ke kasir)

(Bejo yang biasanya langsung mengikuti winda ke kasir, saat itu terlihat anteng di dekat kamar ganti dan pura-pura tidak mendengar ajakan Winda)
Winda: (berteriak untuk kesekian kalinya)..Sayang..ini lho sudah selesai dihitung belanjaannya

Bejo: (sambil jalan mendekat) ya udah..tinggal dibayar kan

Winda: kok kamu gitu..kan biasanya kamu yang bayarin (sambil marah teriak - teriak)

(tak lama kemudian Amir pun mendekat ke meja kasir)
Amir: oh ini juga yang biasa membayari barang - barang belanjaanmu?

Winda: (dengan ekspresi yang kaget setengah mati) eh..hmm...anu..kok kamu bisa disini?

Amir: aku memang sengaja datang kesini. Aku dan Bejo sudah tahu polah tingkahmu mempermainkan kamu

Bejo: sudah puas kan kamu menghabiskan uang kami berdua selama ini?

(petugas kasir mengingatkan Winda untuk segera membayar barang belanjaannya karena jumlah orang yang antri semakin banyak)
Winda: (dengan tertunduk malu) maaf mbak, saya tidak jadi beli semua barang-barang ini (kemuddian terdengar teriakan cemooh orang - orang yangs edang antri di belakang Winda)

Amir & Bejo: enak ya dibikin malu seperti sekarang. Kena batunya kan sekarang.
(tanpa menjawab, Winda kemudian lari meninggalkan Bejo dan Amir











TITLE: YOU MINE AND ALSO HIM

PLAYERS: Bejo, AMIR, Winda, OFFICERS CASHIER

(Setting: in a city park in the afternoon)

Bejo: Unfortunately, next week there is the birthday of my cousin. I want to invite you to come to the party

Winda: (trying to remember - remember, did he also have a date with Amir, his girlfriend the other one) .. hhmm .. want siy, but see you later. I do not know the next week in the office there is overtime or not.

Bejo: (which is actually already know that there is a date with Amir Winda) .. duuh .. diusahain donk. Kan I also want you to ngenalin extended family.

Winda: Yeah .. I usahain .. (not long after HP Winda was ringing. Winda glanced at her mobile screen and it is calling Amir)

Bejo: Why guns raised say?

Winda: ah guns are important .. from my friend anyway. I'll tel behind it (while trying to hide her nervousness)

Bejo: eh borrow her mobile sms donk friend .. I want my office (with a smile - a smile nosy)

Winda: pulsaku ran out tuh (already starting to feel uncomfortable)

Bejo: oh yes it is .. yuuk we go home. Already pm ya

Winda: (feel have not received any merchandise that day, he thought hard about how they could bring to the mall Bejo) us to the mall first yuuk ngadem moment .. so .. while look-see

Bejo: oh want to go to the mall? Come on ..
(Then they both trip to the mall because of the distance between the park and the mall are close)

(After arriving at the mall)
Winda: (busy choosing - choosing clothes and a in a boutique) .. nice guns say? Pantes guns I use this? (As she styled hair model photo)

Bejo: oh good .. more beautiful you wrote (Bejo who knows guile Winda always morotin money from pairs strategies)

Winda: This already aja .. after we get home I'll pay benighted guns (while carrying goods - groceries to the checkout)

(Bejo is usually directly followed winda to the cashier, when it looks calm near the locker room and pretend not to hear the call Winda)
Winda: (shouting for the umpteenth time) .. Unfortunately .. This you know already finished shopping calculated

Bejo: (while approaching roads) yes already .. stay paid the

Winda: why you so .. it is usually you who bayarin (angrily shouted - shouted)

(Not long before Amir was closer to the counter)
Amir: oh also usually pay for goods - goods belanjaanmu?

Winda: (with a shocked expression) eh .. hmm ... anu .. why you get here?

Amir: I had come here. I already know the doings and Bejo push you're acting

Bejo: you've satisfied the two of us to spend the money for this?

(Winda remind the cashier to pay for groceries as soon as the number of people lining up more and more)
Winda: (a bowed embarrassed) sorry ya, I did not buy all this stuff (kemuddian heard the cries of derision - the yangs edang queued behind Winda)

Amir & Bejo: yes contrived feeling embarrassed as it is now. Stone hit right now.
(No answer, Winda then fled Bejo and Amir

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Ceyron Louis

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar